Dampak Berbohong Pada Anak Secara Psikologis

Menjanjikan sesuatu pada anak saat dia melakukan sebuah kebaikan atau tidak berbuat nakal pada temannya adalah hal yang bagus. Namun kalau janji itu tidak dipenuhi sama saja sebagai orangtua ayah dan ibu malah berbohong pada anak. Dampak yang terjadi tidak langsung terlihat tapi akan mempengaruhi psikologis si anak.

Untuk mendisiplinkan anak terkadang orangtua sering menerapkan pola didik hukuman dan hadiah. Saat anak berbuat baik, maka anak akan diberi hadiah berupa boneka, mainan ataupun yang lainnya yang anak suka. Saat anak berbuat salah maka anak akan mendapatkan hukuman atas kesalahannya.

Sistem mendidik anak seperti ini sebenarnya sangat bagus namun tak jarang banyak orangtua yang hanya menerapkan sistem hukumannya saja dan sering menunda munda hadiah bagi si anak saat dia berbuat baik bahkan sampai tidak memberikannya. Ini lah yang disebut ingkar janji atau bohong pada anak.

Psikolog sekaligus Direktur Parent WellBeing Jodie Benveniste pernah berkata, Ketika kita menepati janji dengan anak kita, kita membantu mereka mengembangkan pemahaan tentang kepercayaan dan bisa menghormati orang lain. Sebagai orang tua, kita juga bisa memproyeksikan bahwa kita ini sosok yang jujur dan bisa dipercaya, itu membantu menciptakan rasa aman bagi anak-anak.

Namun ketika orangtua mulai menunda nunda hadiah saat anak berbuat baik, hal itu akan membuat kepercayaan si anak terhadap orangtuanya menghilang. Kebiasaan orangtua ini akanmulai ditiru oleh anak karena dianggap bukan hal yang salah. Anak akan mulai menjadi pembohong karena baginya tidak masalah kalau kita berjanji kemudian ingkar janji.

Hal ini mungkin terlihat sepele dan biasa saja tapi saat sesuatu sudah masuk ke dalam otak bawah sadar maka semua akan menjadi kebiasaan yang ujung ujungnya tetap anak yang disalahkan karena dianggap suka berbohong.

Berbohong pada anak selanjutnya yang berbahaya adalah dengan mengatakan hal hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Misal saat anak disuruh minum obat, obat yang jelas jelas rasanya pahit sering dibilang gak pahit kok, ini enak. Atau saat anak gak mau makan atau susah tidur anak ditakut takuti maka dampak terbesar yang terjadi adalah anak jadi merasa dibohongi dan menjadi penakut.

Untuk orangtua mulailah untu tidak berbohong pada anak lagi. Katakan saja apa yang semestinya karena semua kebohongan atau apapun yang dilakukan pada anak di masa kecilnya akan berpengaruh kepada anak saat dewasa kelak. Kalau memang obta pahit, katakan saja pahit, tapi obat ini bisa menyembuhkan sakit kamu. Kalau anak susah makan atau tidur beri penjelasan logis pada anak agar anak merasa tidak dibodohi.

Tanpa disadari yang membentuk anak menjadi pembohong, menjadi penakut dan sering tidak percaya diri adalah orangtua si anak itu sendiri. Jadi hati hati yah kalau mau menjanjikan sesuatu pada anak atau menjelaskan sesuatu pada anak karena dampaknya akan muncul saat dia dewasa atau sudah besar kelak.

Jujurlah dan beritahukan yang sebenarnya karena kejuuran adalah kunci yang paling utama untuk menjadikan tumbuh kembang si anak menjadi lebih baik. Dengan jujur maka sebagai orangtua, ayah dan ibu akan menjadikan anak anak kalian sebagai orang yang hebat di masa depan. Berhentilah berbohong pada anak karena akan berpengaruh pada psikologi anak anda. Jangan membuat anak kecewa dan biarkan anak menyebarkan kejujuran pada teman teman dan lingkungannya bukan malah berbohong.

Semoga bahasan mengenai dampak berbohong pada anak secara psikologis ini bisa bermanfaat bagi para orangtua.